Pangan untuk Keluarga Miskin
Pangan untuk Keluarga Miskin
Pandemi COVID-19 telah menimbulkan sederet permasalahan yang harus diselesaikan. Salah satu masalah yang cukup krusial ada masalah pangan. Bank Dunia mencatat masyarakat miskin dan rentan di Indonesia semakin tak mampu untuk membeli makanan pokok.
Dalam laporan IEP Desember 2020 makanan menyumbang ratarata pengeluaran rumah tangga seluruh Indonesia mencapai 55,3%. Kelompok masyarakat bawah atau miskin harus menghabiskan 64,3% pengeluarannya hanya untuk membeli makanan. Perbedaan yang sangat mencolok lainnya adalah pengeluaran untuk pembelian makanan pokok seperti beras.
Untuk 20% kelompok masyarakat paling miskin menghabiskan 12,2% pengeluarannya untuk beli beras. Sementara untuk orang kaya hanya 4,1% dari pengeluarannya untuk beli beras. Kondisi tersebut mendorong YTAS untuk mengajak para dermawan dan yang berkelebihan harta untuk berbagi sedekah melalui penyediaan pangan berupa beras dan lainnya, guna membantu kalangan fakir miskin dan dhuafa.
